Kamis, 21 November 2013

Debian 7 (Wheezy)

Selamat datang kembali bersama saya, disini saya akan memberikan sedikit tutorial tentang Debian 7 (Wheezy) . kali ini yang akan dibahas adalah sebagai berikut.
Jika untuk lebih jelasnya silahkan klik yang akan ingin anda pelajari dibawah ini !

Instalasi
Setting DNS
Setting DHCP
Konfigurasi Webmail

Debian 6 (Squeezy)

Selamat datang kembali bersama saya, disini saya akan memberikan sedikit tutorial tentang Debian 6 (Squeezy) . kali ini yang akan dibahas adalah sebagai beriku
 langsung saja klik apa yang ingin anda pelajari atau download !
Instalasi
Setting DNS
Setting DHCP
Konfigurasi Webmail

Debian 5 (Lenny)


Selamat datang kembali masih bersama saya, disini saya akan memberikan sedikit tutorial tentang Debian 5 (Lenny) . Jika ingin tahu lebih jelasnya silahkan klik saja langsung apa yang ingin anda pelajari :
Instalasi
Setting DNS
Setting DHCP
Konfigurasi Webmail

Debian 4 (Etch)


Selamat datang kembali bersama saya, disini saya akan memberikan sedikit tutorial tentang Debian 4 (Etch) . kali ini yang akan dibahas adalah sebagai berikut

Instalasi
Setting DNS
Setting DHCP
Konfigurasi Webmail

Untuk lebih jelasnya silahkan :
Lihat disini !
















Minggu, 03 November 2013

Konfigurasi Proxy Server


jIKA INGIN MELIHAT step by step nya :
Lihat disini

Kamis, 17 Oktober 2013

Puisi .




Sang Penghenti Waktu Kau tampak sangat gagah dari kejahuan..
Dirimu menampakkan keangkuhan yang sangat luar biasa
pesonamu membuat desiran dada semakin bergerak cepat tanpa henti
Hamparan warna mengelilingimu, menyelimutimu, membentukmu semakin berkilau diantara yang lain
Hembusan wewangian kedamaian, cinta dan harapan
Keangkuhan hanya milikmu seorang
Ijinkan aku, sang pendamba menyapamu di pagi hari
Bersorak riang seperti seorang anak yang mendapatkan permen
Menari gembira bersama lautan kapas putih
Menghapus memori rusak dan mengantinya dengan harapan baru
Mencintaimu dalam setiap pijakan kecil
Layaknya anak kecil yang mempunyai sebuah mimpi
Mimpi kecil yang mungkin menjadi besar arti
Ketika sang mentari mulai tenggelam

Kamis, 26 September 2013

Install dan Setting Debian 3


Selamat datang di blog ini , kali ini materi yang akan dibahas yaitu install debian 3 mulai pertama sampai akhir, untuk lebih jelasnya dari step by step ini silahkan lihat ataupun bisa juga di download . Silahkan klik tulisan dibawah ini  !!!

download dibawah ini :

Setting FTP dan DHCP
Setting DNS
Konfigurasi Web Mail
Konfigurasi proxy server

Senin, 16 September 2013

VLAN DHCP 2 (170 Host)







Perhatikan !! dibawah ini merupakan hasil setting an nya.
Routing protocol dynamic : RIP version 2
Internet IP address : 50.10.1.2
Gateway : 27.10.1.2
DNS : 25.10.1.3
VLAN ID 1 Network :22.10.1.0/24 Default VLAN 1
VLAN ID 2 Network : 22.10.2.0/26 VLAN Name RPL
VLAN ID 3 Network : 22.10.3.0/25 VLAN Name TKJ
VLAN ID 4 Network : 22.10.4.0/26 VLAN Name ANI

Untuk pertama tama, masuk router yang tersambung ke switch lalu lakukan settingan !!
Masing – masing VLAN dikonfigurasi DHCP
Semua password adalah “like
===========================================================================
Berikut adalah langkah konfigurasi :
Setting Password untuk Router
Router>en
Router#config t
Router(config)#enable password like ---> Terserah mau dikasih nama apa saja
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#password like ---> Setting password untuk telnet router
Router(config-line)#login
Router(config-line)#exit

Setelah iti yaiutu lakukan Langkah pemberian IP address sub-interface untuk masing2 VLAN (ikuti dengan teliti !! )

Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#no shutdown ---> Perintah untuk mengaktifkan fast eth0/0
Router(config-if)#int f0/0.1 ----> Masuk ke mode sub-interface ditandai dgn config-subif
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 1
Router(config-subif)#ip add 22.10.1.1 255.255.255.0 ----> Gateway untuk VLAN 1
Router(config-subif)#int f0/0.2
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 2
Router(config-subif)#ip add 22.10..2.1 255.255.255.192----> Gateway untuk VLAN 2
Router(config-subif)#int f0/0.3
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 3
Router(config-subif)#ip add 22.10.3.1 255.255.255.128 ----> Gateway untuk VLAN 3
Router(config-subif)#int f0/0.4
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 4
Router(config-subif)#ip add 22.10.4.1 255.255.255.192 ----> Gateway untuk VLAN 4
Router(config-subif)#exit
Router(config)#end
Router#config t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 50.10.1.2  255.255.255.252
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#bandwidth 2048
Router(config-if)#description IP Public ke Internet
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#
Langkah mengaktifkan Konfigurasi Dynamic Routing RIP version 2
Router(config-if)#router rip
Router(config-router)#network 22.10.1.0
Router(config-router)#network 22.10.2.0
Router(config-router)#network 22.10.3.0
Router(config-router)#network 22.10.4.0
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#exit
Router(config)#end

Langkah mengaktifkan konfigurasi DHCP untuk masing2 VLAN

Router#
Router#config t
Router(config)#int f0/0.2
Router(config-subif)#ip dhcp pool RPL
Router(dhcp-config)#network 22.10.2.0 255.255.255.192
Router(dhcp-config)#default-router 22.10.2.1
Router(dhcp-config)#dns-server 124.195.15.100
Router(dhcp-config)#ip dhcp excluded-address 22.10.2.1 22.10.2.2
Router(config)#exit
Router#config t
Router(config)#int f0/0.3
Router(config-subif)#ip dhcp pool TKJ
Router(dhcp-config)#network 22.10.3.0 255.255.255.128
Router(dhcp-config)#default-router 22.10.3.1
Router(dhcp-config)#dns-server 124.195.15.100
Router(dhcp-config)#ip dhcp excluded-address 22.10.3.1 22.10.3.29
Router(config)#exit
Router#config t
Router(config)#int f0/0.4
Router(config-subif)#ip dhcp pool ANI
Router(dhcp-config)#network 22.10.4.0 255.255.255.192
Router(dhcp-config)#default-router 22.10.4.1
Router(dhcp-config)#dns-server 124.195.15.100
Router(dhcp-config)#ip dhcp excluded-address 22.10.4.1 22.10.4.29
Router(config)#exit
Router(config)#exit
Router#

setelah mensetting router yang tersambung switch, sekarang masuk ke CLI Switch dan lakukan

Konfigurasi Di Switch-VLAN

Membuat VLAN Database
Switch>en
Switch#config t
Switch(config)#hostname Switch-VLAN
Switch-VLAN(config)#^Z
Switch-VLAN#vlan database
Switch-VLAN(vlan)#vlan 2 name RPL
Switch-VLAN(vlan)#vlan 3 name TKJ
Switch-VLAN(vlan)#vlan 4 name ANI
Switch-VLAN(vlan)#exit

Mengaktifkan koneksi VLAN ke router /naik ke layer 3 inter-VLAN routing
Switch-VLAN#config t
Switch-VLAN(config)#int f0/1
Switch-VLAN(config-if)#switchport mode trunk
Switch-VLAN(config-if)#end

Pemberian membership pada VLAN atau IP subnet address based

Switch-VLAN#config t
Switch-VLAN(config)#int f0/2
Switch-VLAN(config-if)#switchport mode access
Switch-VLAN(config-if)#switchport access vlan 2
Switch-VLAN(config-if)#int f0/3
Switch-VLAN(config-if)#switchport mode access
Switch-VLAN(config-if)#switchport access vlan 3
Switch-VLAN(config-if)#int f0/4
Switch-VLAN(config-if)#switchport mode access
Switch-VLAN(config-if)#switchport access vlan 4
Switch-VLAN(config-if)#end

Setting Default-gateway pada VLAN 1

Switch-VLAN#config t
Switch-VLAN(config)#int vlan 1
Switch-VLAN(config-if)#ip add 22.10.1.2 255.255.255.0 --->remote address pada switch
Switch-VLAN(config-if)#no sh
Switch-VLAN(config-if)#exit
Switch-VLAN(config)#ip default-gateway 22.10.1.1 ----> fast eth router f0/0.1
Switch-VLAN(config)#end

OPTIONAL
sekarang mensetting router yang tersambung ke server Ikuti langkahnya dengan teliti

Untuk ISP-Router hanya dikonfigurasi sebagai gateway untuk koneksi ke internet
Router>en

Router#config t
Router(config)#hostname ISP-Router
ISP-Router(config)#enable password like
ISP-Router(config)#line vty 0 4
ISP-Router(config-line)#password like
ISP-Router(config-line)#login
ISP-Router(config-line)#exit
ISP-Router(config)#int f0/0
ISP-Router(config-if)#ip add 26.10.1.2 255.255.255.0
ISP-Router(config-if)#no sh
ISP-Router(config-if)#int s2/0
ISP-Router(config-if)#ip add 27.10.1.2 255.255.255.252
ISP-Router(config-if)#description IP Gateway
ISP-Router(config-if)#no sh
ISP-Router(config-if)#
ISP-Router(config-if)#router rip
ISP-Router(config-router)#network 26.10.1.0
ISP-Router(config-router)#network 27.10.1.0
ISP-Router(config-router)#version 2
ISP-Router(config-router)#no auto-summary
ISP-Router(config-router)#exit
ISP-Router(config)#end


Jika semua selesai, berikan ip addresss untuk setiap client, untuk test DHCP client. (jika tidak bisa, coba lihat kembali settingan anda dari awal, mungkin ada yang salah) , jangan lupa ip address untuk server juga diberikan .

Jika semua client dan server sudah diberikan ip address , lakukan test koneksi/ ping antara client ke client , server ke client ataupun sebaliknya !!!

Terima kasih . . . .

Kamis, 12 September 2013

VLAN DHCP 1 (160 Host)



SETTING . . .









Internet IP address : 112.10.1.1
Gateway : 114.10.1.1
DNS : 120.10.2.1
VLAN ID 1 Network : 112.10.1.0/26 Default VLAN 1
VLAN ID 2 Network : 111.10.1.0/26 VLAN Name TKJ
VLAN ID 3 Network : 111.10.2.0/26 VLAN Name RPL
VLAN ID 4 Network : 111.10.3.0/26 VLAN Name ANIMASI
Masing – masing VLAN dikonfigurasi DHCP
Semua password adalah “sby
===========================================================================
Untuk pertama pastikan kabel koneksi sudah benar semua,

lalu buka CLI pada router pertama/yang menyambung ke switch dan lakukan langkah di bawah ini :
Berikut adalah langkah konfigurasi :
Setting Password untuk Router
Router>en
Router#config t
Router(config)#enable password ’’sby’’ ---> Terserah mau dikasih nama apa saja
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#password ---> Setting password untuk telnet router
Router(config-line)#login
Router(config-line)#exit

Langkah selanjutnya yaitu pemberian IP address sub-interface untuk masing2 VLAN
ikuti langkah dibawah ini (dengan teliti)

Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#no shutdown ---> Perintah untuk mengaktifkan fast eth0/0
Router(config-if)#int f0/0.1 ----> Masuk ke mode sub-interface ditandai dgn config-subif
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 1
Router(config-subif)#ip add 111.10.1.1 255.255.255.192----> Gateway untuk VLAN 1
Router(config-subif)#int f0/0.2
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 2
Router(config-subif)#ip add 111.10.2.1 255.255.255.192 ----> Gateway untuk VLAN 2
Router(config-subif)#int f0/0.3
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 3
Router(config-subif)#ip add 111.10.3.1 255.255.255.192 ----> Gateway untuk VLAN 3
Router(config-subif)#int f0/0.4
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 4
Router(config-subif)#ip add 111.10.4.1 255.255.255.192 ----> Gateway untuk VLAN 4
Router(config-subif)#int f0/0.5
Router(config-subif)#exit
Router(config)#end
Router#config t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 112.10.1.1 255.255.255.192
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#bandwidth 2048
Router(config-if)#description IP Public ke Internet
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#
Langkah mengaktifkan Konfigurasi Dynamic Routing RIP version 2
Router(config-if)#router rip
Router(config-router)#network 112.10.1.0
Router(config-router)#network 111.10.1.0
Router(config-router)#network 111.10.2.0
Router(config-router)#network 111.10.3.0
Router(config-router)#network 111.10.4.0
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#no auto-summary
Router(config-router)#exit
Router(config)#end

Langkah selanjutnya yaitu mengaktifkan konfigurasi DHCP untuk masing2 VLAN (tetap pada router yang menyambung ke switch)

Router#
Router#config t
Router(config)#int f0/0.2
Router(config-subif)#ip dhcp pool TKJ
Router(dhcp-config)#network 111.10.2.0 255.255.255.192
Router(dhcp-config)#default-router 111.10.2.1
Router(dhcp-config)#dns-server 120.10.2.1
Router(dhcp-config)#ip dhcp excluded-address 111.10.2.1 111.10.2.2
Router(config)#exit
Router#config t
Router(config)#int f0/0.3
Router(config-subif)#ip dhcp pool RPL
Router(dhcp-config)#network 111.10.3.0 255.255.255.192
Router(dhcp-config)#default-router 111.10.3.1
Router(dhcp-config)#dns-server 120.10.2.1
Router(dhcp-config)#ip dhcp excluded-address 111.10.3.1 111.10.3.2
Router(config)#exit
Router#config t
Router(config)#int f0/0.4
Router(config-subif)#ip dhcp pool Fakultas-Teknik
Router(dhcp-config)#network 111.10.4.0 255.255.255.192
Router(dhcp-config)#default-router 111.10.4.1
Router(dhcp-config)#dns-server 120.10.2.1
Router(dhcp-config)#ip dhcp excluded-address 111.10.4.1 111.10.4.2
Router(config)#exit
Router#

selanjutnya yaotu konfigurasi Di Switch-VLAN (lakukan pada CLI yang ada di switch)

Membuat VLAN Database
Switch>en
Switch#config t
Switch(config)#hostname Switch-VLAN
Switch-VLAN(config)#^Z
Switch-VLAN#vlan database
Switch-VLAN(vlan)#vlan 2 name TKJ
Switch-VLAN(vlan)#vlan 3 name RPL
Switch-VLAN(vlan)#vlan 4 name ANIMASI
Switch-VLAN(vlan)#exit

Mengaktifkan koneksi VLAN ke router /naik ke layer 3 inter-VLAN routing
Switch-VLAN#config t
Switch-VLAN(config)#int f0/4
Switch-VLAN(config-if)#switchport mode trunk
Switch-VLAN(config-if)#end

Pemberian membership pada VLAN atau IP subnet address based

Switch-VLAN#config t
Switch-VLAN(config-if)#int f0/1
Switch-VLAN(config-if)#switchport mode access
Switch-VLAN(config-if)#switchport access vlan 2 (tkj)
Switch-VLAN(config-if)#int f0/2
Switch-VLAN(config-if)#switchport mode access
Switch-VLAN(config-if)#switchport access vlan 3 (rpl)
Switch-VLAN(config-if)#int f0/3
Switch-VLAN(config-if)#switchport mode access
Switch-VLAN(config-if)#switchport access vlan 4 (animasi)
Switch-VLAN(config-if)#end

Setting Default-gateway pada VLAN 1

Switch-VLAN#config t
Switch-VLAN(config)#int vlan 1
Switch-VLAN(config-if)#ip add 111.10.1.2  255.255.255.192 --->remote address pada switch
Switch-VLAN(config-if)#no sh
Switch-VLAN(config-if)#exit
Switch-VLAN(config)#ip default-gateway 111.10.1.1 ----> fast eth router f0/0.1
Switch-VLAN(config)#end

OPTIONAL

Untuk ISP-Router hanya dikonfigurasi sebagai gateway untuk koneksi ke internet
Router>en

Router#config t
Router(config)#hostname ISP-Router
ISP-Router(config)#enable password sby
ISP-Router(config)#line vty 0 4
ISP-Router(config-line)#password sby
ISP-Router(config-line)#login
ISP-Router(config-line)#exit
ISP-Router(config)#int f0/0
ISP-Router(config-if)#ip add 113.10.1.1 255.255.255.192
ISP-Router(config-if)#no sh
ISP-Router(config-if)#int s2/0
ISP-Router(config-if)#ip add 114.10.1.1 255.255.255.192
ISP-Router(config-if)#description IP Gateway
ISP-Router(config-if)#no sh
ISP-Router(config-if)#
ISP-Router(config-if)#router rip
ISP-Router(config-router)#network 113.10.1.0
ISP-Router(config-router)#network 114.10.1.0
ISP-Router(config-router)#version 2
ISP-Router(config-router)#no auto-summary
ISP-Router(config-router)#exit
ISP-Router(config)#end

Setelah itu berikan ip address untuk server
Setelah semuanya selesai, coba ping antara client dengan client , atau server dengan client atau sebaliknya,
jika sudah bisa maka selesailah setting VLAN DHCP.

Terima Kasih .. . . . . .

Kamis, 05 September 2013

Belajar VLAN

Virtual LANSeperti disebutkan sebelumnya , sebuah broadcast domain meliputi semua perangkat yang menerima siaran masing-masing (dan multicast ) . Semua perangkat yang terhubung ke satu port router berada dalam domain broadcast yang sama . Router memblokir siaran ( ditakdirkan untuk semua jaringan ) dan multicast secara default , router hanya maju paket unicast ( ditakdirkan untuk perangkat tertentu ) dan paket dari jenis khusus yang disebut siaran diarahkan . Biasanya , Anda memikirkan sebuah domain broadcast sebagai kawat fisik , LAN. Tapi broadcast domain juga dapat menjadi VLAN , membangun logis yang dapat mencakup beberapa segmen LAN fisik.catatanTeknologi multicast IP , yang memungkinkan paket multicast yang akan dikirim ke seluruh jaringan , dijelaskan dalam Bab 10 , " Teknologi Mengaktifkan lain . "catatanSebuah directed broadcast IP adalah paket yang ditujukan untuk semua perangkat pada subnet IP , tetapi yang berasal dari perangkat pada subnet lain . Sebuah router yang tidak secara langsung terhubung ke subnet tujuan meneruskan IP diarahkan disiarkan dengan cara yang sama itu akan maju unicast IP paket ditakdirkan untuk host pada subnet .Pada router Cisco , ip diarahkan - siaran antarmuka perintah mengontrol apa router terakhir di jalan , yang terhubung ke subnet tujuan , tidak dengan paket . Jika ip diarahkan - siaran diaktifkan pada interface , router mengubah siaran diarahkan untuk siaran dan mengirimkan paket , dikemas dalam suatu Layer 2 frame broadcast , ke subnet . Namun, jika tidak ada perintah ip diarahkan - siaran dikonfigurasi pada antarmuka , siaran diarahkan ditakdirkan untuk subnet yang antarmuka yang terpasang yang dijatuhkan . Di Cisco Sistem Operasi Internet ( IOS ) versi 12.0 , default untuk perintah ini diubah menjadi tanpa ip diarahkan -siaran .Titik KunciKami menemukan definisi Cisco VLAN menjadi sangat jelas : " [ A] sekelompok perangkat pada satu atau lebih LAN yang dikonfigurasi ( menggunakan software manajemen ) sehingga mereka dapat berkomunikasi seakan-akan mereka melekat pada kabel yang sama , padahal sebenarnya mereka berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda . Karena VLAN didasarkan pada logika bukan koneksi fisik , mereka sangat fleksibel . " [ 2 ]
Gambar 2-6 menggambarkan konsep VLAN . Di sisi kiri gambar, tiga LAN fisik individu ditampilkan , masing-masing untuk Teknik , Akuntansi , dan Pemasaran . ( LAN ini berisi workstationsE1 , E2 , A1 , A2 , M1 , dan M2and serversES , AS , dan MS . ) Daripada LAN fisik , suatu perusahaan dapat menggunakan VLAN , seperti yang ditunjukkan pada sisi kanan gambar. Dengan VLAN , anggota masing-masing departemen dapat secara fisik terletak di mana saja , namun masih secara logis terhubung dengan workgroup mereka sendiri . Dengan demikian , dalam konfigurasi VLAN , semua perangkat yang melekat pada E ( Teknik ) berbagi VLAN domain yang sama siaran , perangkat yang terpasang pada VLAN A ( Akuntansi ) berbagi domain broadcast terpisah, dan perangkat yang terpasang pada VLAN M ( Pemasaran ) saham broadcast domain ketiga. Gambar 2-6 juga menggambarkan bagaimana VLAN dapat span di beberapa switch , hubungan antara dua switch pada gambar membawa lalu lintas dari semua tiga VLAN dan disebut batang.Gambar 2-6

Figure 2-6
. Sebuah VLAN Adalah Pelaksanaan logis dari LAN Fisik
VLAN KeanggotaanTitik KunciSebuah port switch yang tidak batang dapat milik hanya satu VLAN pada suatu waktu . Anda dapat mengkonfigurasi VLAN port milik dalam dua cara : statis dan dinamis .
Keanggotaan pelabuhan statis berarti bahwa mengkonfigurasi administrator jaringan yang VLAN pelabuhan milik , terlepas dari perangkat yang melekat padanya . Ini berarti bahwa setelah Anda telah mengkonfigurasi port , Anda harus memastikan bahwa perangkat yang melekat pada switch yang dipasang ke port yang benar , dan jika mereka bergerak , Anda harus mengkonfigurasi ulang saklar.Atau , Anda dapat mengkonfigurasi keanggotaan VLAN dinamis. Beberapa konfigurasi statis masih diperlukan , tapi kali ini , itu adalah pada perangkat terpisah disebut VLAN Membership Policy Server ( VMPS ) . Para VMPS bisa menjadi server terpisah , atau bisa juga sebuah saklar yang lebih tinggi -end yang berisi informasi VMPS . Informasi VMPS terdiri dari MAC peta alamat - to- VLAN . Dengan demikian , port ditugaskan untuk VLAN berdasarkan alamat MAC dari perangkat yang terhubung ke port . Bila Anda memindahkan perangkat dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain ( baik pada saklar yang sama atau switch lain dalam jaringan ) , switch secara dinamis memberikan port baru untuk VLAN yang tepat untuk perangkat tersebut dengan konsultasi VMPS .celana pendekSeperti disebutkan sebelumnya , sebuah port yang membawa data dari beberapa VLAN disebut batang. Sebuah port trunk bisa di switch , router , atau server .Sebuah port trunk dapat menggunakan salah satu dari dua protokol : Inter - Switch Link ( ISL ) atau IEEE 802.1q .ISL adalah protokol trunking Cisco - proprietary yang melibatkan encapsulating frame data antara header ISL dan Trailer . Header adalah 26 byte panjang , trailer adalah cyclic redundancy check 4 - byte ( CRC ) yang ditambahkan setelah frame data . A 15 - bit VLAN ID lapangan termasuk dalam header untuk mengidentifikasi VLAN bahwa lalu lintas adalah untuk. ( Hanya lebih rendah 10 bit bidang ini digunakan , sehingga mendukung VLAN 1024 . )Protokol 802.1q adalah sebuah protokol standar IEEE di mana informasi trunking dikodekan dalam bidang Tag yang dimasukkan dalam header frame itu sendiri . Batang menggunakan protokol 802.1q mendefinisikan VLAN asli . Lalu lintas untuk VLAN asli tidak ditandai , itu dilakukan di atas bagasi tidak berubah . Dengan demikian , stasiun pengguna akhir yang tidak mengerti trunking dapat berkomunikasi dengan perangkat lain secara langsung di atas batang 802.1q , selama mereka berada di VLAN asli . VLAN asli harus didefinisikan sebagai VLAN yang sama di kedua sisi bagasi . Dalam bidang Tag , yang 802.1q VLAN ID lapangan adalah 12 bit panjang , yang memungkinkan hingga 4096 VLAN didefinisikan . Tag lapangan juga mencakup 3 - bit 802.1p bidang prioritas pengguna, bit ini digunakan sebagai kelas layanan ( CoS ) bit untuk kualitas layanan ( QoS ) menandai . ( Bab 6 , " Kualitas Layanan Desain , " menggambarkan QoS marking. )Kedua jenis batang tidak kompatibel satu sama lain , sehingga kedua ujung batang harus didefinisikan dengan jenis batang yang sama .catatanBeberapa port switch dapat secara logis digabungkan sehingga mereka muncul sebagai satu port berkinerja tinggi . Cisco melakukan hal ini dengan teknologi Etherchannel nya , menggabungkan beberapa Fast Ethernet atau Gigabit Ethernet link . Trunks dapat diimplementasikan pada kedua port individu dan pada port ini Etherchannel .STP dan VLANCisco dikembangkan per - VLAN spanning tree ( PVST ) sehingga switch dapat memiliki satu contoh dari STP berjalan per VLAN , memungkinkan link fisik berlebihan dalam jaringan yang akan digunakan untuk VLAN yang berbeda dan dengan demikian mengurangi beban pada jalur masing-masing . PVST diilustrasikan pada Gambar 2-7 .Gambar 2-7 . PVST Memungkinkan Link Fisik redundant yang Dipergunakan untuk VLAN yang berbeda-beda

 
Gambar 2-7

Figure 2-7
Bagian atas diagram dalam Gambar 2-7 menunjukkan topologi fisik jaringan , dengan switch X dan Y berlebihan terhubung . Dalam diagram kiri bawah , beralih Y telah terpilih sebagai jembatan akar untuk VLAN A , meninggalkan port 2 pada switch X di negara memblokir . Sebaliknya, diagram kanan bawah menunjukkan bahwa saklar X telah terpilih sebagai jembatan akar untuk VLAN B , meninggalkan port 2 pada switch Y di negara memblokir . Dengan konfigurasi ini, lalu lintas dibagi di semua link, dengan lalu lintas untuk VLAN A bepergian ke LAN lebih rendah pada switch Y port 2 , sementara lalu lintas untuk VLAN B bepergian ke LAN lebih rendah keluar beralih X port 2 .PVST hanya bekerja di batang ISL . Namun , Cisco diperpanjang fungsi ini untuk batang 802.1q dengan + protokol PVST . Sebelum ini menjadi tersedia , batang 802.1q hanya didukung Spanning Tree Umum ( CST ) , dengan satu contoh dari STP berjalan untuk semua VLAN .Multiple- Instance STP ( MISTP ) adalah standar IEEE ( 802.1S ) yang menggunakan RSTP dan memungkinkan beberapa VLAN dapat dikelompokkan menjadi contoh spanning-tree tunggal. Setiap contoh adalah independen dari contoh lain sehingga link dapat forwarding untuk satu kelompok VLAN sementara memblokir untuk VLAN lainnya . MISTP karena itu memungkinkan lalu lintas yang akan dibagi di semua link dalam jaringan , tetapi mengurangi jumlah kasus STP yang akan diperlukan jika PVST / PVST + dilaksanakan .VLAN Trunking ProtocolTitik KunciVLAN Trunking Protocol ( VTP ) adalah Cisco Layer - 2 milik protokol yang memungkinkan konfigurasi mudah dari VLAN pada beberapa switch . Ketika VTP diaktifkan dalam jaringan Anda , Anda mendefinisikan semua VLAN pada satu switch, dan saklar yang mengirimkan definisi VLAN untuk semua switch lainnya . Pada mereka switch lainnya , maka Anda harus hanya menetapkan port ke VLAN , Anda tidak perlu mengkonfigurasi VLAN sendiri . Tidak hanya konfigurasi lebih mudah , tetapi juga lebih rentan terhadap kesalahan kesalahan konfigurasi .
Sebuah switch dalam domain VTP ( sekelompok switch berkomunikasi dengan VTP ) dapat di salah satu dari tiga mode : Server ( yang merupakan modus default ) , klien , atau mode transparan . Server VTP adalah satu di mana Anda mengkonfigurasi VLAN , ia mengirimkan iklan VTP , yang berisi informasi konfigurasi VLAN , VTP untuk klien dalam VTP domain yang sama , seperti yang diilustrasikan pada Gambar 2-8 . Perhatikan bahwa iklan VTP hanya dikirim pada batang .Gambar 2-8 . VTP VLAN Definisi Memudahkan Konfigurasi

 

Figure 2-8Anda tidak dapat membuat, memodifikasi , atau menghapus VLAN pada VTP klien , melainkan klien VTP hanya menerima informasi konfigurasi VLAN dari server VTP . Seorang klien VTP juga meneruskan iklan VTP ke switch lain .Anda dapat membuat, memodifikasi , atau menghapus VLAN pada switch yang berada dalam mode VTP transparan , namun informasi ini tidak dikirim ke switch lain , dan switch-mode transparan mengabaikan iklan dari server VTP ( tetapi tidak meneruskannya ke switch lain ) .VTP pruning adalah fitur VTP yang membantu mengurangi jumlah banjir lalu lintas ( termasuk siaran , multicast , unicast dan ) yang dikirimkan pada jaringan . Dengan VTP pruning diaktifkan , switch berkomunikasi satu sama lain untuk mengetahui switch memiliki port dimana VLAN , switch yang tidak memiliki port dalam VLAN tertentu ( dan tidak memiliki switch hilir dengan port dalam VLAN ) tidak menerima bahwa lalu lintas VLAN . Sebagai contoh, pada Gambar 2-8 , switch 4 tidak perlu untuk lalu lintas VLAN A , pemangkasan sehingga VTP akan mencegah beralih 1 dari banjir VLAN A lalu lintas untuk beralih 4 . VTP pruning dinonaktifkan secara default .Inter - VLAN RoutingAnda telah belajar bagaimana perangkat pada satu VLAN dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan switch dan batang . Tapi bagaimana perangkat jaringan pada VLAN yang berbeda berkomunikasi satu sama lain ?Titik KunciSama seperti perangkat pada LAN yang berbeda , mereka pada VLAN yang berbeda membutuhkan Layer 3 mekanisme ( router atau Layer 3 switch) untuk berkomunikasi dengan satu sama lain .
Sebuah Layer 3 perangkat dapat terhubung ke jaringan diaktifkan dengan dua cara : dengan menggunakan beberapa interface fisik atau melalui antarmuka tunggal dikonfigurasi sebagai trunk . Kedua metode koneksi yang ditunjukkan pada Gambar 2-9 . Diagram di sebelah kiri dalam gambar ini menggambarkan sebuah router dengan tiga koneksi fisik ke switch , masing-masing koneksi fisik membawa lalu lintas dari satu VLAN .Gambar 2-9 . Router , Menggunakan Entah Antarmuka Fisik Beberapa atau Trunk sebuah , Apakah Diperlukan untuk Komunikasi antara VLAN

 
Figure 2-9
Diagram di sebelah kanan pada Gambar 2-9 mengilustrasikan sebuah router dengan satu koneksi fisik ke switch . Interface pada switch dan router telah dikonfigurasi sebagai batang , sehingga beberapa sambungan logis ada di antara kedua perangkat . Ketika router terhubung ke switch melalui batang , kadang-kadang disebut " router pada tongkat , " karena hanya memiliki satu antarmuka fisik ( tongkat ) ke switch .Setiap antarmuka antara switch dan Layer 3 perangkat (baik interface fisik atau interface logis dalam batang ) berada dalam VLAN yang terpisah ( dan karena itu dalam subnet terpisah untuk jaringan IP ) .

Partisi Hardisk

Pengertian Partisi Harddisk

Pengetian Harddisk dan Cara Mempartisi Harddisk. apa yang dimaksud dengan partisi hardisk? Partisi sendiri berasal dari bahasa Inggris 'partition', yang berarti bagian. Jadi secara singkatnya pengertian partisi hardisk adalah bagian-bagian Ruangan Terpisah dalam media penyimpanan sebuah Harddisk. Tujuan User membuat partisi hardisk bermacam-macam Alasanya sesuai dengan kebutuhan Pemakai Komputer Itu sendiri, Tergantung si Pengguna.

Pengetian Harddisk dan Cara Mempartisi Harddisk
Kalau saya sendiri biasanya membuat Partisi Harddisk dengan tujuan memisahkan antara sistem operasi pada komputer dengan media penyimpanan data Pribadi atau Lainya. Berikut beberapa partisi besertan penjelasan :

Partisi Primary

Partisi utama harddisk dan biasanya digunakan untuk install Sistem Operasi. Partisi ini hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi. Tapi jika menggunakan Sistem Operasi DOS, maka partisi primary hanya satu dan untuk sistem. Di GNU/Linux partisi ini dikenali dengan nomor partisi 1,2,3, dan 4 atau sda1, sda2, sda3, sda4.


Partisi Extended

Partisi yang digunakan untuk mengatasi kekurang partisi primary yang hanya dimungkinkan membuat 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4, maka partisi ini wajib ada dengan cara mengorbankan satu partisi primary. Bagaimana cara membuat partisi extended ini? Partisi ini tidak perlu dibuat secara manual, tapi cukup dengan membuat partisi logical maka secara otomatis partisi extended akan terbentuk dengan sendirinya. Partisi ini akan menempati nomor partisi +1 dari partisi primary. Misal jika hanya ada 2 partisi primary, maka partisi ini akan menempati posisi sda3.

Partisi Logical

Partisi yang akan selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi akan selalu dimulai dari 5 dan seterusnya. Jika ada 3 jenis partisi logical maka masing-masing akan menempati sda5, sda6, dan sda7.

Untuk Lebih jelasnya simak Ilustrasi Berikut :
Disini saya punya Local disk C: dan D:, yang C: untuk system dan yang D: untuk Data. Jadi jika suatu saat Tiba tiba Windows mengalami kerusakan atau Error, Semisal Crash , BlueScreen dll Yang harus di Install ulang tentu saja akan di format C: nya saja,  Data-data penting yang ada di Ruangan Harddisk D:Tentu masih Ada dan tidak ikut terhapus, karena berada pada partisi yang berbeda.

Bayangkan jika komputer kita tak mempunyai Multi Partisi, yang di mana C: nya di isi system dan Data kita, Mungkin sewaktu waktu data kita bisa hilang saat System Opeasinya Bermasalah. Selain itu Partisi Baru juga wajib di buat ketika Hendak Menginstall Dual OS, Semisal Windows dan Ubuntu. Maka harus membuat Partisi Lagi Khusus untuk Di tempati System yang baru.

Selain itu Dalam keadaan tertentu partisi hardisk juga sangat diperlukan apabila hardisk itu mengalami bad sector Atau Kerusakan terhadap Harddisk. Hardisk dipartisi menjadi dua, dengan harapan bad sector yang ada akan terpisah pada satu partisi yang tidak terpakai.
Nah,, demikianlah Uraian Singkat dari saya Mengenai Pengertian Partisi Harddisk